~
Ngerumpi, Pribadi

Balance Bike

Ananta bersepeda di Oosterpark

Tadi pagi saya baca tulisan inspiratif dari mas Dony, tentang belajar sepeda, belajar kehidupan. Tulisan inspiratif yang membuat saya teringat dengan apa yang saya lakukan sekitar 2 taun lalu. Waktu mencoba mengajari anak saya naik roda dua, transisi dari roda empat. Biasanya memang  sebelum naik roda dua, belajar naik roda empat dulu. Sama, saya waktu kecil juga begitu, makanya anak sayapun saya belikan sepeda roda dua.

Waktu anak saya hampir umur 4 taun, saya bertemu seorang teman lama yang tinggal di Jerman. Anaknya seumuran, tapi sudah bisa naik sepeda roda dua. Sementara anak saya masih asik dengan sepeda roda empatnya, dan belum tertarik untuk belajar roda dua.

Saya terkagum-kagum dan nanya, Gimana caranya kok bisa ? Dari umur berapa belajar naik sepeda roda duanya ? Teman saya bilang, belajar roda duanya sebentar kok, yang lama dia pake balance bike, dari umur 2.5 atau 3 taunan. Balance bike ? Opo meneh kuwi ?

 

Balance bike

Ternyata balance bike itu adalah sepeda seperti yang ada di atas. Tanpa pedal, pendek sehingga kedua kaki si anak masih bisa menyentuh tanah. Sekalian disitu saya kasi link ke situs tempat saya ngambil gambar itu. Keliatan di linknya bahwa itu adalah balance bike, sepeda keseimbangan untuk anak usia 2-3 tahun.

Meluncur di balance bike, yang penting keseimbangan dulu

Teman saya bilang sepeda yang seperti ini, lebih baik daripada sepeda roda empat, karena sesuai namanya balance bike, atau trainer wheel ini intinya adalah melatih keseimbangan. Si anak jadinya tidak mengayuh pedal, karena memang ndak ada pedal. Tapi dia menggunakan kedua kakinya yang masih bisa menyentuh tanah untuk meluncurkan balance bike itu. Saat meluncur inilah dia merasakan keseimbangan. Inilah yang yang dibutuhkan untuk mengendarrai sepeda dua.

Belajar keseimbangan ini tidak sempat dirasakan oleh anak yang menggunakan sepeda roda empat. Karena selalu ada penyangga, sehingga si anak akhirnya hanya belajar cara  mengayuh sepeda dan mengendalikan stang/arah sepeda, Sementara untuk keseimbangan, akhirnya dia baru belajar setelah mencoba langsung naik sepeda roda dua.

Butuh keberanian, ketabahan, jatuh bangun dan akhirnya menjadi bahan inspirasi  kita semua di sini setelah pengalaman itu ditulis oleh bapaknya. Jangan marah ya mas Dony, inspirasinya tetaplah sangat berharga bagi kita semua :)

Akal-akalan

Karena terlambat mendengar cerita dari teman saya, akhirnya saya mencoba untuk mengakali. Yang  ada sekarang roda empat, tapi mestinya dia belajar keseimbangan, Jadi sepeda roda empatnya saya modifikasi sedikit-sedikit. Salah satu diangkat beberapa senti dari tanah, kalau ndak salah bagian kanan.

Jadi kalau dia tetap bersandar pada roda penyangga (sekarang sepedanya jadi tinggal roda 3.5) sepedanya akan miring. Ini tentunya ndak enak buat dia, ngomel-ngomel bocah waktu itu. Tapi saya bilang ya kamu coba jalannya agak cepat supaya sepedanya tegak. Akhirnya bocah ini terpaksa sambil agak ngomel (udah biasa dan tau dia kalo emang bapaknya suka iseng)  berjalan agak cepat, Sehingga saat jalan agak cepat ini, sepeda menjadi seimbang dan berjalan stabil  seperti mengendarai sepeda roda dua.

Transisi ke roda dua pun akhirnya lebih lancar, keseimbangan dia sudah terlatih, kegamangan meluncur di roda dua sudah hilang. Saya cuman menemani lari-lari sebentar di samping dia waktu dia ganti sepeda roda dua. Malah waktu itu habis dari toko langsung dipake naik sepeda sampe taman di dekat toko sepeda.

Semoga informasinya berguna buat yang punya anak kecil.

About wongiseng

Catatan iseng-isengan yang dibuat asal-asalan, oleh orang yang kurang kerjaan.

Discussion

4 Responses to “Balance Bike”

  1. balance bike ini kayaknya belum ada ya di Indonesia? modelnya simple dan lucu ya

    umumnya cara yang dipake para orangtua ya sama seperti yang mbah lakukan, mengangkat roda2 kecil pada sepeda roda 4, sehingga posisinya agak sedikit melayang.


    Wongiseng: Bikin Cling :) Kesempatan buat pengusaha kecil dan menengah, paling nanti yang susah meyakinkan orang-orang bahwa ini sangat membantu anak belajar naik sepeda. Mereka jadi gak gamang waktu naik sepeda beneran, udah biasa meluncur/menyeimbangkan badan di sepeda.

    Posted by clingakclinguk | November 17, 2009, 11:38 am
  2. ah informasi yg menarik..
    keren sekali ini ..
    makasih infonya kalo gitu :)

    Wongiseng: Sama-sama

    Posted by warm | November 18, 2009, 1:31 am
  3. eh balance bike ini terbuat dari kayu? wah kok lucu ya? tapi kalopun ada mungkin oleh masyarakat indonesia terlihat gak ekonomis ya. lah wong dari balance bike kalo dah bisa beli lagi sepeda roda 2, terus kalo dah bisa sepeda roda 2 beli sepeda motor hahahahaha…. gak ekonomis blas!:D

    eh jadi dari awal anaknya suruh belajar sepeda motor aja ya. wkwkwkwkwkw….

    Wongiseng: Ya ya gak yakin bakalan laku kalo dibikin di Indonesia, kecuali yg mempopulerkan jago :P

    Posted by ipied | November 18, 2009, 1:42 am
  4. Balance bikenya lucu… tapi bener tuh, rasanya itu lebih berguna bandingkan sepeda roda 4..
    E tapi saya nekad, belajar roda 2 ya langsung belajar lagi, nggak pake sepeda roda 4 yg dimodifikasi :) )

    Wongiseng:
    Emang situnya aja yang dari kecil udah bawaan nekad :) ) Ha..ha..ha…bagus tapi berarti PD nya tinggi

    Posted by Shouen | November 20, 2009, 11:01 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.