~
Indonesiana, Politikana

Bongkar ?

Interview dari Al Jazeera berikut ini mengatakan bahwa ada upaya untuk membongkar SBY dengan memanfaatkan Islam garis keras. Bukti dari upaya ini diperoleh dari pernyataan pimpinan Gerakan Reformasi Islam, dan pengakuan dari beberapa Jenderal. Para jendral sudah muak dengan kebohongan-kebohongan katanya, SBY terlalu lemah, dan reformis.  Sudah mencoba melalui jalan korupsi, tapi gagal, sekarang menuntut lewat Ahmadiyah.

Para jendral bilang Ahmadiyah harus dibubarkan kalau tidak nanti SBY kita turunkan. Ada situs yang menggambarkan susunan kabinet yang akan diajukan, dimana di dalam rancangan kabinet ini ada jendral TS yang memang sudah terkenal ambisius. Semua sepertinya klop dan bisa dimengerti, fakta yang ada saling mendukung untuk kesimpulan adanya usaha untuk mendongkel SBY.

Entah kenapa saya merasa ada yang tidak pas dengan rangkaian kejadian ini. Kenapa ? Coba saya deskripsikan kembali inti dari apa yang saya tangkap dari interview tadi:

1. Ada sekelompok Jendral-Jendral (JJ) yang ingin menjatuhkan SBY.
2. JJ menghubungi dan mendukung Islam Garis Keras (IGK).
3. IGK menuntut Ahmadiyah dibubarkan.
4. SBY tidak ingin Ahmadiyah dibubarkan.
5. SBY bertentangan dengan IGK (3,4) dengan demikian juga dengan JJ.
6. JJ akan menggunakan pertentangan 5 ini untuk menurunkan SBY.

Kenapa ada yang rasanya belum klop. Sebenarnya mulai dari point 1 sampai dengan point 5 masih tidak ada masalah. Faktanya ada, dan Al Jazeera sudah menurunkan bukti-bukti yang mendukung. Tapi sampai ke point 6, mulai terasa agak ajaib. Menurunkan SBY karena SBY tidak mau membubarkan Ahmadiyah ? Yang bener aje.

Ada prasayarat yang sulit dipenuhi, revolusi untuk menurunkan rezim yang berkuasa butuh dukungan rakyat banyak. Rakyat banyak baru akan bisa mendukung kalau semua sepakat bahwa rezim yg ada sudah melakukan kesalahan fatal. Kesalahan fatal ini bisa berupa korupsi yang nyata terbukti atau penyalah gunaan jabatan yang keliwatan, atau mungkin hal lain yang nyata-nyata salah secara mendasar.

Tapi apakah alasan melindungi Ahmadiyah merupakan kesalahan yang cukup fatal? Benarkah ini kesalahan yang akan mendapat dukungan mayoritas rakyat Indonesia ?

Setelah pembantaian di Cikeusik, setelah keresahan masyarakat akan bom buku, siapa yang akan didukung oleh masyarakat :

A. Jendral dan garis keras yang mendukung pembantaian dan sepakat dengan pengirim bom ?
B. Atau pihak yang melindungi komunitas yang terbantai, dan partai yang anggotanya menjadi target bom buku ?

Menurut saya jawabannya B.

Ketika dunia internasional semakin memojokkan Islam, ketika masyarakat Indonesia muak dengan kekerasan yang terjadi di Cikeusik, ketika warga ibukota resah dengan ancaman bom buku,  memulai suatu revolusi dengan memihak kepada Islam garis keras yang diduga menjadi sumber keresahan bukanlah tindakan yang bisa diterima akal sehat. Jadi bagaimana saya harus memahami ini semua ?

Entahlah, barangkali para jendral itu tidak serius akan melakukan revolusi. Bukannya mendongkel, mereka mungkin akhirnya hanya akan membuat SBY dan partai Demokrat yang anggotanya terancam bom menjadi lebih populer.

Advertisement

About wongiseng

Catatan iseng-isengan yang dibuat asal-asalan, oleh orang yang kurang kerjaan.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.