Perbaikan CPI

Indeks persepsi korupsi Indonesia (corruption perception index) berubah dari 2.8 ke 3.0. Lumayan, paling tidak membaik. Yang penting hari ini tidak lebih buruk dari kemarin.

Tapi ini artinya apa ? Iseng mencoba memahami angka ini, saya nyasar ke metodologi yang digunakan untuk menentukan nilai CPI ini. Ada banyak faktor yang digunakan, tapi salah satu cara mendapatkan angka tersebut adalah dengan mengukur response para pakar di negara yang bersangkutan terhadap pertanyaan berikut:

To what extent are there legal or political penalties for officeholders who abuse their positions? 

  • [10-9] As a rule, corrupt officeholders are prosecuted rigorously under established laws.
  • [8-6] As a rule, corrupt officeholders are prosecuted under established laws but also slip through political, legal or procedural loopholes.
  • [5-3] Corrupt officeholders are not prosecuted adequately under the law but occasionally attract adverse publicity.
  • [2-1] Officeholders can exploit their offices for private gain as they see fit without fear of legal  consequences or adverse publicity.

To what extent can the government successfully contain corruption?

  • [10-9] All integrity mechanisms are reasonably effective. They are actively supported by the government.
  • [8-6] Most integrity mechanisms are functioning, albeit partly with limited effectiveness. The government provides almost all integrity mechanisms.
  • [5-3] Some integrity mechanisms are implemented. Often, they remain ineffective; their operation is impeded by private interests. The government’s motivation and capacity to implement reforms is mixed.
  • [2-1] Portions of the state are controlled by private interest groups; reform is impeded by private interests, rendering most integrity mechanisms nonexistent or ineffective

Perubahan dari 2.8 ke 3 ini berarti di Indonesia terjadi hal berikut.

Dari pertanyaan pertama, tentang seberapa jauh adanya konsekuensi politis dan legal terhadap para koruptor. Tahun lalu para koruptor masih berani melakukan korupsi seenak udelnya tanpa takut konsekuensi dan publikasi, sekarang, walaupun mereka masih belum dihukum secara layak, tapi sudah mulai banyak publikasi negatif tentang kelakuan mereka.

Dari pertanyaan ke dua, mestinya ada perbaikan dari sisi pemerintah tidak lagi terlalu banyak dipengaruhi kepentingan individual/privat. Sudah mulai ada integritas, tapi masih setengah-setengah.

Jadi kalau dilihat publikasi negatif bahwa ternyata masih banyak koruptor seperti Gayus, ada 1800 ekor lagi binatang macam dia yang harus ditangkap ? Ya wajar saja, menurut CPI sekarang yang 3, publikasi seperti ini akan makin sering, dan binatang-binatang itu akan makin terpojok.

Semoga mereka makin langka dan akhirnya punah.

Advertisements
Perbaikan CPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s